Napak Tilas Jejak-Jejak Peninggalan Penjajahan



Jejak-Jejak Penjajahan Di Nusa Penida



Sebagai negara yang lama dijajah Belanda dan Jepang, Indonesia menyimpan berbagai peninggalan. Demikian juga di Nusa Penida, sisa-sisa peninggalan Penjajahan Belanda dan Jepang masih jelas bisa ditemui. Sebut saja Gumbleng sebagai penyimpan air hujan banyak ditemui dibeberapa Desa. Goa Jepang, sisa kapal yang karam, pabrik pembuatan kapur dan video yang diunggah di youtube ketika Palang merah ke Nusa penida tahun 1945. Sedemikian banyak peninggalan penjajah di Nusa penida, menunjukkan Nusa penida memiliki tempat strategis dalam pertempuran dan ekonomi. Berikut ulasan singkat tentang jejak-jejak peninggalan penjajahan di Nusa Penida :

1. Gumbleng

Gumbleng adalah sebutan sebuah tempat penampungan air hujan yang berbentuk setengah bola. Lebih tepatnya gumbleng bisa disebut juga waduk buatan yang dibuat pada zaman Belanda sebagai penampungan air hujan untuk kebutuhan masyarakat. Gumbleng biasanya di buat wilayah-wilayah perbukitan di Nusa Penida. Gumbleng bisa dijumpai di Desa Tangglad, Ponjok dan beberapa wilayah lainnya. Melihat sedemikian besar perhatian pemerintah Belanda terhadap ketersediaan air di Nusa Penida, patut dipertanyakan komitmen pemerintah Indonesia dalam menyediakan air di Nusa Penida karena sampai saat ini hanya 18% yang teraliri air PDAM. Selebihnya penduduk Nusa Penida membuat tempat penampungan air hujan dirumahnya masing-masing yang mereka sebut cubang.

2. Goa dan Pos Pengintai Jepang

Pos pengintai yang dibuat oleh Jepang ini terletak di semenajung Dusun Angkal. Karena secara letak tanjung ini sangat strategis bisa memantau pergerakan kapal-kapal musuh yang melintas Bali-Lombok. Disini masih bisa dijumpai lorong berisi moncong meriam yang sebagian orang menyebutnya tembus sampai ke Dusun Celagilandan. Didusun Celagi Landan ada goa-goa persembunyian yang kini sudah tertutup pepohonan. Di Teluk celagi Landan ini adalah teluk yang dipilih penjajah Jepang untuk berlabuh. Ini juga sebagai pelajaran bahwa Jepang saja telah memilih Celagi Landan sebagai Dermaga labuh, Pemerintah Indonesia 2 kali gagal membangun Dermaga di kutapang dan Toya Pakeh. Sayang kondisi goa dan meriam ini kurang terawat padahal kalau dipelihara bisa menjadi media pendidikan khususnya pendidikan sejarah bagi anak-anak siswa. Kini dilokasi ini dibangun pos pemantau angkatan Laut TNI.

3. Sisa Kapal Karam

Kapal karam yang kini berupa onggokan besi ini sekarang berada diperairan dusun semaya suana. Kapal ini menurut pelaku sejarah yang ditanya Pekak Rening mengatakan itu kapal Jepang yang ia sebut Pong ( mungkin dia maksud Nipon ) kalah melawan pasukan Sekutu. Banyak bangkai Pong yang tergeletak disini dulu. Sebelum kalah, Jepang sering mengambil hasil ternak penduduk. Misalnya merampas telur ayam, ayam bahkan babi dan sapi dia rampas. "waktu kapal tenggelam diawali dengan tembakan dan letusan senjata dari laut dan udara itu kira-kira saya berumur 5 tahun, dan diajak sembunyi ke Goa Men Jajar oleh Bapak saya, ujar Pekak Rening dengan bahasa Nusa Penida. 

4. Pabrik Pembuat Pamor untuk semen pembangunan di Nusa Penida 



Pabrik pembuatan pamor ini terletak di Desa Batu Nunggul. Bentuknya seperti rocket NASA yang mau meluncur ke ruang angkasa. Oleh para tokoh tua yang waktu itu sebagai saksi sejarah mengatakan tempat itu adalah tempat pembuatan kapur/pamor. Pamor ini dipergunakan sebagai perekat dalam pembangunan di Nusa Penida oleh penjajahan Belanda. Sejenis pengganti semen untuk membuat Gumbleng, pembuat Goa dll. Ini semakin menunjukkan perhatian yang besar terhadap pembangunan di Nusa Penida. 

5. Video Youtube Palang Merah ke Nusa Penida 1945

Video yang diunggah ke Youtube ini memperlihatkan kunjungan Palang Merah untuk melakukan pengobatan ke penduduk Nusa Penida. Mereka berangkat dari Kusamba dan Turun di Mentigi. Penduduk antusias berobat dan sebagai imbalan penduduk memberikan anggota palang merah dengan kelapa muda, ayam dan hasil bumi lainnya. ini videonya https://www.youtube.com/watch?v=LJlbl3-nlv0
Dari jejak-jejak Sejarah di Nusa Penida bisa disimpulkan Nusa penida sebagai kawasan strategis yang juga diperebutkan. Berikutnya bukti-bukti sejarah ini sebagai sedemikian besar perhatian Belanda terhadap pembangunan Nusa Penida walaupun ada perampasan. Ketiga tempat itu terbelengkai bahkan banyak penduduk Nusa Penida belum mengetahuinya sehingga perlu dipublikasikan dan dilestarikan

Share on Google Plus

wak laba

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

http://waklaba.blogspot.com/. Powered by Blogger.